Dalam bebarapa tahun ini umat islam di kejutkan dengan pemberitaan media yang mana berisi tentang penindasan dan penganiayaan saudara - saudara muslim di berbagai belahan dunia, tidak lama ini adalah kejadian di Kashmir india,.
Pembakaran mesjid dan penganiayaan terhadap saudara - saudara kita kaum muslimin yang di lakukan etnis Hindu garis keras yang di dukung pemerintahan India tersebut telah menyayat hati umat Islam di seluruh belahan dunia.
Pembakaran mesjid dan penganiayaan terhadap saudara - saudara kita kaum muslimin yang di lakukan etnis Hindu garis keras yang di dukung pemerintahan India tersebut telah menyayat hati umat Islam di seluruh belahan dunia.
Lebih dari 34 orang meninggal dan ratusan orang luka - luka akibat konflik yang terus berkelanjutan di Kashmir India.,
Dilansir dari New Straits Times (14/1/2020), ketika berpidato selama UNGA ke-74, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad berbicara tentang perlunya menyelesaikan konflik di daerah Jammu dan Kashmir, India.
"Terlepas dari resolusi PBB tentang Jammu dan Kashmir, sekarang negara itu telah diserbu dan diduduki. Meski ada alasan atas tindakan ini, tetapi hal itu tetap salah," kata Mahathir dalam pidatonya.
Menurutnya, India dan Pakistan harus bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini secara damai.
Mahathir pun menyadari bahwa kritikannya itu akan dipandang negatif oleh India.
Mengutip dari Malaymail (8/10/2019), India telah mengerahkan personel Angkatan Daratnya yang berjumlah puluhan ribu ke wilayah Jammu dan Kashmir.

No comments:
Post a Comment